Pelatihan dan Pendampingan Literasi, Numerasi, dan Sains oleh BBGP Provinsi Sulawesi Selatan

Pelatihan dan Pendampingan Literasi, Numerasi, dan Sains oleh BBGP Provinsi Sulawesi Selatan

Makassar, 7-8 Oktober 2024 – Dalam rangka mendukung implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan pengembangan kompetensi berkelanjutan (PKB) di sekolah-sekolah sasaran Programe for International Student Assessment (PISA), Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan kegiatan pelatihan dan pendampingan di bidang literasi, numerasi, dan sains. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, bertempat di BBGP Sulawesi Selatan, dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru dalam mengembangkan pembelajaran yang relevan dan berbasis fenomena nyata.

SMA Frater Makassar menjadi salah satu sekolah yang terlibat dalam kegiatan ini, sebagai sekolah sasaran main survey PISA. Kelompok sains, yang terdiri dari 15 orang peserta, diisi oleh guru-guru dari berbagai sekolah di Makassar. Dari SMA Frater, hadir 11 guru, sementara guru lainnya berasal dari SMAN 2 Makassar, SMAN 22 Makassar, dan SMA Handayani Makassar.

Kegiatan pelatihan pada hari ini di kelas sains, 8 Oktober 2024, difokuskan pada pengembangan pembelajaran sains dan fenomena sains. Materi dibawakan oleh fasilitator berpengalaman, Bapak Suhardiman, S.Pd, M.Pd, dosen Program Studi Pendidikan Fisika di UIN Alauddin Makassar sekaligus fasilitator Sekolah Penggerak Angkatan III dan asesor BAN SM-PDM Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2022. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang hakikat sains serta strategi pembelajaran sains yang efektif dan menarik.

Sesi pelatihan dibuka dengan penjelasan mendasar tentang apa itu sains dan hakikatnya, diikuti dengan bagaimana proses pembelajaran sains yang dapat memfasilitasi siswa dalam memahami konsep-konsep ilmiah. Selanjutnya, peserta diajak untuk membahas dan mengeksplorasi fenomena sains yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Fasilitator menekankan pentingnya mengaitkan fenomena sains yang relevan dengan kurikulum pembelajaran, guna meningkatkan kompetensi sains peserta didik sesuai standar internasional seperti PISA.

Peserta kemudian dibagi menjadi empat kelompok diskusi: Biologi, Fisika, Kimia, dan IPS (Sejarah dan Sosiologi). Masing-masing kelompok diminta untuk mengidentifikasi fenomena sains yang relevan dengan bidang mereka, dan mempresentasikan hasil diskusi di hadapan kelompok lain. Diskusi yang berlangsung dengan dinamis ini diharapkan mampu memperkaya wawasan peserta dalam menyusun strategi pembelajaran berbasis fenomena.

"Pelatihan hari ini sangat padat, namun penuh antusiasme. Semua peserta terlibat aktif dalam setiap sesi diskusi, dan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk diterapkan di sekolah masing-masing," ujar Hanna Kristiana, S.Pd., salah satu peserta pelatihan.

Dengan semangat yang tinggi dari para peserta dan dukungan dari BBGP Sulawesi Selatan, diharapkan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah sasaran PISA semakin kuat, khususnya dalam bidang literasi, numerasi, dan sains, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Dengan memahami fenomena sains yang relevan dalam pembelajaran, kita tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan, tetapi juga melatih mereka berpikir kritis dan siap menghadapi tantangan dunia."