Kisah Tentang Ketaatan dan Kepercayaan: Menemukan Kekuatan dalam Iman

Kisah Tentang Ketaatan dan Kepercayaan: Menemukan Kekuatan dalam Iman

Pada suatu pagi cerah di sebuah sekolah Katolik, sekelompok siswa sedang bersiap memulai harinya dengan doa pagi seperti biasa. Salah satu siswi bernama Erline dikenal sebagai siswa yang patuh dan selalu siap membantu teman-temannya. Namun, di balik senyumannya, Erline merasa cemas. Pada hari itu, gurunya memberinya tanggung jawab besar untuk memimpin diskusi di kelas, sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. "Bagaimana jika aku gagal?" pikirnya. Erline merasa takut, tetapi ia teringat ajaran para guru yang sering diberikan: "Percayalah kepada Tuhan, dan Dia akan memberimu kekuatan."

Dalam perjalanannya menuju kelas, Erline teringat pada bacaan Injil yang dibacakan pagi itu,  Lukas 10:1-9. Dalam teks itu, Yesus mengutus tujuh puluh muridnya pergi berdua-dua ke setiap kota dan tempat yang akan dikunjunginya. Mereka diutus tanpa membawa bekal, hanya berbekal kepercayaan kepada Yesus dan ketaatan kepada perintah-Nya. "Pergilah! Aku mengutus kalian seperti anak domba di tengah serigala," kata Yesus. Erline berpikir, jika murid-murid Yesus bisa pergi tanpa rasa takut karena percaya kepada-Nya, mengapa ia harus merasa ragu?

Ketika Erline memulai diskusi di kelas, ketakutannya perlahan hilang. Ia melihat teman-temannya mendengarkan dengan seksama, dan diskusi berjalan lancar. Setelah diskusi selesai, Erline merasa lega dan penuh syukur. Dalam hatinya, ia bersyukur kepada Tuhan karena telah memberikan kekuatan dan keberanian. Ia menyadari bahwa dengan patuh pada bimbingan guru dan percaya kepada Tuhan, segala sesuatu yang terasa sulit dapat diatasi.

Erline kemudian teringat pada kesaksian hidup Santa Theresia dari Lisieux, yang dikenal karena ketekunannya menjalani kehidupan sederhana namun penuh iman. Santa Theresia pernah berkata, "Saya tidak melakukan apa-apa kecuali mencintai Tuhan, dan dalam hal itu saya menemukan segalanya." Erline sadar bahwa dalam setiap tugas yang diberikan, tidak penting seberapa besar atau kecil tugas itu, yang penting adalah melakukannya dengan cinta dan kepercayaan kepada Tuhan.

Pada akhir hari itu, Erline merenungkan pelajaran berharga yang diperolehnya. Ketaatan terhadap tugas-tugas sehari-hari, baik yang diberikan guru maupun orang tua, dan kepercayaan kepada Tuhan akan selalu membimbingnya menuju keberhasilan. Seperti para murid Yesus yang diutus untuk menyebarkan kabar sukacita, kini Erline merasa lebih siap menghadapi setiap tantangan di sekolah, dengan iman dan keyakinan yang lebih kuat.

"Dalam ketaatan dan kepercayaan kepada Tuhan, kita menemukan kekuatan untuk mengatasi ketakutan dan meraih keberhasilan."

 Refleksi

  1. Mengapa Erline merasa cemas sebelum memimpin diskusi di kelas?
  2. Bacaan Injil apa yang menginspirasi Erline untuk mengatasi rasa takutnya, dan apa pesan penting dari bacaan tersebut?
  3. Bagaimana Erline merasa setelah berhasil memimpin diskusi di kelas, dan apa yang ia syukuri?
  4. Menurut kamu, mengapa penting untuk melaksanakan tugas sehari-hari dengan cinta dan kepercayaan kepada Tuhan, seperti yang dilakukan Erline dan Santa Theresia dari Lisieux?