Pentingnya Berdoa: Mencari Ketenangan dalam Kesibukan Sekolah
Hari itu, Kevin merasa terbebani.
Tugas sekolah menumpuk, ujian semakin dekat, dan ia baru saja bertengkar dengan
teman dekatnya. Dalam kebingungan, Kevin teringat nasihat guru spiritualnya:
"Ketika beban terasa tak tertahankan, bawa kekhawatiranmu ke hadapan Tuhan."
Meski belum terbiasa berdoa setiap hari, Kevin merasa perlu mencobanya. Setelah
bel pulang berbunyi, ia menuju kapel kecil di sekolah dan berlutut di depan
salib. Dalam hening, Kevin mulai mencurahkan segala keluh kesahnya, seperti
bercerita pada sahabat karib.
Kevin teringat bacaan dari Injil
Lukas 6:12-19 yang baru dibahas di kelas. Dalam bacaan tersebut, Yesus
menghabiskan malam di bukit untuk berdoa sebelum memilih dua belas rasul. Ia
memahami bahwa meski Yesus adalah Putra Allah, Dia tetap meluangkan waktu untuk
menyepi dan berkomunikasi dengan Sang Bapa. Kevin mulai menyadari bahwa doa
bukan semata untuk meminta pertolongan, tetapi juga menghadirkan Tuhan di
hatinya.
Keesokan harinya, Kevin bercerita
pada Sarah, teman sekelasnya yang juga sedang dilanda cemas karena persiapan
lomba. Sarah, yang merasa gelisah dan sulit tidur, mulai tertarik untuk
mencobanya. Kevin berkata, “Cobalah kita berdoa dahulu sebelum lomba, Sarah.
St. Theresia dari Lisieux pernah berkata, ‘Doa adalah panggilan hati, seruan
penuh kasih yang muncul dari kedalaman jiwa kita kepada Allah.’” Mereka sepakat
untuk berdoa bersama, memohon kekuatan dan kedamaian.
Ketika hari lomba tiba, Kevin dan
Sarah merasa lebih tenang. Mereka menyadari hasil akhir adalah bagian dari rencana
Tuhan, dan yang utama adalah upaya tulus mereka. Doa memberi ketenangan, bukan
karena berharap segalanya lancar, tetapi karena mereka telah melepas kecemasan
ke hadapan Tuhan.
Sejak saat itu, Kevin dan Sarah
rutin berdoa sebelum menghadapi tugas berat. Mereka mulai memahami bahwa doa
bukanlah sekadar ritual, melainkan kesempatan untuk berkomunikasi dengan Allah
Yang Maha Pengasih. Di tengah hiruk pikuk dunia dan tuntutan sekolah, doa
menjadi tempat mereka menemukan kedamaian dan kekuatan, seperti yang dilakukan
Yesus sebelum memulai pelayanan-Nya.
“Doa adalah
panggilan hati, seruan penuh kasih yang muncul dari kedalaman jiwa kita kepada
Allah.”
- St. Theresia
dari Lisieux –
Refleksi
- Mengapa Kevin memutuskan untuk berdoa di kapel
sekolahnya?
- Bacaan Injil apa yang menginspirasi Kevin untuk
melihat pentingnya doa, dan apa yang dilakukan Yesus dalam bacaan
tersebut?
- Apa pengaruh dari doa yang dilakukan Kevin dan Sarah
terhadap perasaan mereka saat menghadapi lomba?
- Bagaimana kamu memaknai doa dalam kehidupan
sehari-hari, terutama saat menghadapi tekanan atau kesulitan?




