Mengasihi Tuhan Melalui Berbagi Kasih Kepada Sesama
Di salah satu sekolah Katolik,
ada seorang siswi bernama Melly. Setiap pagi, Melly selalu datang lebih awal
dan menyempatkan diri berdoa di kapel kecil sekolahnya. Ia selalu memberikan
syukur kepada Tuhan, menitipkan segala aktivitasnya dalam bimbingan-Nya. Suatu
pagi, saat sedang berdoa, ia teringat pada Injil Markus 12:28-34, dimana Yesus
mengajarkan bahwa kasih kepada Tuhan harusnya di atas segalanya, bahkan
melampaui kasih kepada hal-hal lain yang ada di dunia ini. Melly tergugah untuk
memahami makna mengasihi Tuhan sepenuh hati, jiwa, akal, dan kekuatannya.
Pada hari itu, sekolah mengadakan
acara amal untuk membantu saudara-saudari yang kurang beruntung. Namun, Melly
merasa sedikit ragu karena ia juga ingin menabung untuk membeli barang yang
sudah lama diinginkannya. Dalam pikiran bimbang, ia teringat kisah hidup Santo
Fransiskus dari Assisi, yang rela meninggalkan segala kemewahan duniawi demi
mengasihi Tuhan dan sesama. "Mengasihi Tuhan berarti juga mengasihi
sesama, kan?" pikir Melly. Terinspirasi oleh Santo Fransiskus, ia
memutuskan untuk menyumbangkan uang tabungannya dalam acara amal tersebut.
Di kelas, teman-teman Melly
mendengar keputusannya dan merasa terinspirasi. Mereka juga ikut memberikan
sebagian dari uang saku mereka untuk acara amal. Bagi Melly dan teman-temannya,
ini adalah cara sederhana untuk menunjukkan kasih kepada Tuhan melalui tindakan
kasih kepada sesama. Guru mereka memuji inisiatif ini dan menjelaskan bahwa kasih
kepada Tuhan memang tidak hanya kelihatan dari doa, tetapi juga dari tindakan
nyata yang menunjukkan kasih kepada sesama, seperti yang diajarkan Yesus dalam
Injil.
Setelah itu, Melly merasa hatinya
lebih lega dan penuh sukacita. Ia menyadari bahwa mengasihi Tuhan di atas
segalanya berarti berani berkorban dan mendahulukan kehendak Tuhan dalam
hidupnya. Ia mengingat perkataan Santa Teresa dari Kalkuta yang selalu
menekankan, "Apa yang kita lakukan mungkin terlihat kecil, tapi jika
dilakukan dengan kasih kepada Tuhan, akan menjadi besar di mata-Nya."
Kata-kata ini terus menyemangati Melly untuk berbuat lebih banyak bagi Tuhan
dan sesama.
Akhirnya, Melly semakin memahami
bahwa mengasihi Tuhan di atas segalanya bukan sekadar teori, melainkan
panggilan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dalam setiap tindakan kecil,
ia belajar mengutamakan kasih kepada Tuhan dan berusaha untuk hidup dalam kasih-Nya.
"Aku percaya bahwa tindakan
kasihku kepada sesama adalah bentuk nyata kasihku kepada Tuhan."
∞∞∞
Refleksi
- Mengapa
Melly merasa ragu untuk menyumbangkan uang tabungannya dalam acara amal di
sekolah?
- Siapa
santo yang menginspirasi Melly untuk berani berkorban dan mengasihi Tuhan
sepenuh hati?
- Bagaimana
reaksi teman-teman Melly setelah mendengar keputusannya untuk
menyumbangkan uang dalam acara amal?
- Apa
makna "mengasihi Tuhan di atas segalanya" dalam kehidupan
sehari-hari menurut Anda?




