Menjawab Undangan Tuhan di Tengah Kesibukan Sekolah
Pada suatu pagi di sebuah SMA Katolik, para siswa sibuk
mempersiapkan berbagai tugas dan quis yang menumpuk. Salah satunya adalah
Aurelia, siswi kelas XII yang aktif dalam organisasi sekolah. Seringkali
Aurelia lupa waktu dan terlambat hadir saat ibadah pagi bersama akibat
kesibukannya. Pada suatu hari, saat duduk memikirkan tugas dari bapak guru
agama tentang undangan Tuhan dalam Lukas 14:15-24, Aurelia termenung. Cerita
tersebut menceritakan banyak orang yang diundang ke sebuah pesta, namun
kebanyakan menolak dengan alasannya masing-masing.
Aurelia merenungkan kisah tersebut dalam-dalam. Ia mulai
sadar betapa sering ia mengabaikan Tuhan. Meski kegiatannya bermanfaat, Aurelia
menyadari Tuhan jarang mendapat tempat utama. "Bukankah ini juga undangan
dari Tuhan?" pikirnya. Ia menyadari undangan Tuhan tidak selalu datang
secara langsung, namun melalui kesempatan kecil seperti misa atau doa bersama.
Suatu hari, saat melihat poster Santo Fransiskus di koridor,
Aurelia membaca kutipan "Mulailah dengan melakukan apa yang perlu,
kemudian apa yang mungkin, dan tiba-tiba Anda melakukan yang tidak
mungkin." Santo Fransiskus mengajarkan hal-hal kecil yang dilakukan dengan
tulus, seperti menanggapi undangan Tuhan, dapat menjadi langkah besar. Aurelia
merasa tersentuh dan bertekad mulai dengan hal-hal kecil seperti hadir dengan
sepenuh hati di misa dan berdoa untuk memohon kekuatan.
Sejak itu, Aurelia mengubah rutinitasnya. Ia memisahkan waktu
untuk berdoa, hadir dengan sepenuh hati di misa, dan membuka hati untuk pesan
Tuhan. Teman-temannya melihat perubahan sikap Aurelia menjadi lebih tenang dan
bijak. Bahkan saat menghadapi ujian sulit, ia percaya Tuhan selalu bersamanya.
Aurelia memahami bahwa menjawab undangan Tuhan bukan hanya soal hadir secara
fisik, tetapi hadir dengan hati terbuka.
Kisah Aurelia mengingatkan kita bahwa undangan Tuhan selalu
hadir di tengah kesibukan. Seperti kata Santa Theresia dari Avila
"Ingatlah bahwa Anda memiliki satu jiwa, dan itu saja sudah cukup."
Menjawab undangan Tuhan adalah panggilan untuk kembali ke dalam dan percaya bahwaTuhan
telah mempersiapkan segalanya. Dengan setia menjawab undangan Tuhan, iman kita dikuatkan
dan karakter kita terbentuk untuk menghadapi segala tantangan.
"Di tengah kesibukan, Tuhan
selalu mengundang kita untuk berhenti sejenak, membuka hati, dan mengingat-Nya.
Ketika kita menjawab undangan-Nya, kita menemukan kedamaian sejati dan kekuatan
untuk menghadapi tantangan hidup."
Refleksi
- Mengapa
Aurelia sering terlambat hadir dalam ibadah pagi di sekolah?
- Apa
yang membuat Aurelia merenung dan menyadari pentingnya undangan Tuhan
dalam hidupnya?
- Bagaimana
kutipan Santo Fransiskus menginspirasi Aurelia untuk memulai perubahan
dalam rutinitasnya?
- Dalam
kehidupan sehari-hari, apakah Anda pernah merasa terlalu sibuk hingga
sulit menyediakan waktu untuk berdoa atau beribadah? Apa yang biasanya
menjadi alasan?




