Tuhan Selalu Melihatmu Berharga

Tuhan Selalu Melihatmu Berharga

Suatu hari di sebuah sekolah Katolik yang tenang, ada seorang siswi bernama Jenifer. Ia merasa terasing karena dirasakannya dirinya tidak selayak teman-temannya. Ia berpikir, "Mengapa aku merasa tak berarti? Mereka jauh lebih cerdas, lebih populer, dan memiliki banyak sahabat." Setiap hari, perasaan Jenifer semakin kecil di antara teman-temannya dan mulai menyembunyikan perasaan ini dari guru maupun sahabatnya. Namun, suatu hari, Ibu Anna, guru agama, menyadari ada yang berbeda dari sikap Jenifer. Senyum cerianya tampak lenyap. Sebagai guru yang peduli, Ibu Anna mendekati Jenifer dan mengajaknya berbicara seusai pelajaran selesai.

Sambil berbincang santai, Ibu Anna mengutip perumpamaan tentang domba yang hilang dalam Injil Lukas 15:1-10. Dalam kisah itu, Yesus menceritakan seorang gembala yang memiliki seratus ekor domba, tetapi satu di antaranya hilang. Sang gembala pun meninggalkan sembilan puluh sembilan ekor lainnya demi mencari yang hilang, hingga akhirnya menemukannya. Dengan penuh suka cita, sang gembala membawa domba yang hilang itu pulang. Ibu Anna berkata, "Jenifer, kamu seperti domba yang hilang itu. Meskipun kamu merasa terabaikan, ingatlah bahwa Tuhan tak pernah meninggalkanmu. Setiap makhluk berharga di matanya, dan Dia akan selalu mencari kita jika kita tersesat."

Jenifer terdiam, tersentuh oleh cerita itu. Ia kemudian bertanya kepada Ibu Anna, "Apakah Tuhan benar-benar peduli padaku, Bu?" Dengan lembut, Ibu Anna tersenyum dan mengingatkan tentang Santo Fransiskus dari Assisi, yang pernah merasa tak berharga sebelum akhirnya menemukan makna hidupnya dalam melayani sesama. "Santo Fransiskus pernah berjuang dengan rasa tak berarti, namun ia menemukan bahwa Tuhan memanggilnya untuk mengasihi setiap ciptaan-Nya. Jika Fransiskus, yang dulu merasa kecil, bisa dipanggil untuk misi besar, maka kamu pun sangat berharga bagi Tuhan," ujar Ibu Anna dengan tegas.

Sejak hari itu, Jenifer mulai membuka diri kepada teman-temannya dan belajar menerima bahwa setiap orang memiliki keistimewaan masing-masing. Ia mulai menemukan kembali rasa percaya dirinya dengan cara-cara kecil, seperti membantu teman yang membutuhkan atau mendengarkan curahan hati sahabat yang sedang bersedih. Jenifer pun semakin sadar bahwa Tuhan memanggilnya untuk menjadi terang bagi orang lain, tak peduli seberapa kecil peran yang dimainkannya.

Pesan ini mengingatkan kita bahwa tak seorang pun yang tak berharga di mata Tuhan. Seperti dalam kisah domba yang hilang, Tuhan selalu melihat setiap jiwa sebagai sesuatu yang sangat berharga. Tak peduli seberapa jauh kita merasa tersesat atau tak berarti, Dia selalu menantikan kita untuk kembali kepada-Nya. Ingatlah, kita semua berharga di mata Tuhan, dan setiap dari kita punya peran dalam rencana-Nya yang indah.

"Betapapun jauhnya kita merasa terpisah, kasih Tuhan tak akan pernah berhenti mengejar dan menyambut kita kembali."

Refleksi

  1. Apa yang membuat Jenifer merasa terasing di sekolahnya?
  2. Bagaimana Ibu Anna membantu Jenifer memahami bahwa dirinya berharga di mata Tuhan?
  3. Apa pesan dari perumpamaan tentang domba yang hilang yang disampaikan oleh Ibu Anna kepada Jenifer?
  4. Pernahkah kamu merasa tidak berarti atau terabaikan seperti Jenifer? Bagaimana kamu menghadapi perasaan itu?