Jangan Berbalik Melihat yang Telah lewat
Pada suatu pagi yang cerah,
Bella, seorang siswi kelas 10, berjalan ke kapel sekolah dengan langkah gontai.
Soal Matematika yang baru ia kerjakan terasa sangat sulit, dan pikirannya terus
dihantui hasil jelek ujiannya sebelumnya. "Kalau saja aku belajar lebih
giat minggu lalu," gumam Bella. Selama doa pagi di kapel, pikirannya tidak
fokus. Ia terus menyesali kegagalannya, hingga temannya, Mario, menghampirinya
seusai berdoa. "Bella, kenapa kamu terlihat murung?" tanya Mario
dengan penuh perhatian. Bella pun menceritakan kesedihannya, berharap Mario
dapat menenangkannya. Namun, jawaban Mario justru mengejutkannya.
Mario berkata, "Apa kamu
pernah dengar cerita dari Injil Lukas 9:62? Yesus berkata, 'Setiap orang yang
siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan
Allah.' Menyesali masa lalu tidak akan merubah apa-apa, Bella. Lebih baik
fokuslah pada apa yang bisa kamu lakukan hari ini untuk menjadi lebih
baik." Bella terdiam, merenungkan kata-kata itu. Ia merasa seperti diberi
nasihat lembut oleh Tuhan sendiri. Bella menyadari bahwa terus menoleh ke
belakang hanya akan membuatnya kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri
saat ini.
Ketika bel tanda masuk berbunyi,
Bella memutuskan untuk bertanya kepada guru agama mereka, Pak Andre, tentang
makna ayat tersebut. Pak Andre dengan senyum hangat menjelaskan, "Hidup
kita adalah perjalanan menuju Tuhan, Bella. Setiap kesalahan adalah bagian dari
proses belajar, bukan alasan untuk berhenti berjalan. Perhatikanlah kisah Santa
Theresia dari Lisieux. Ia mengajarkan kita untuk menjalani setiap hari dengan
cinta sederhana, meskipun ia pernah merasa gagal dan kecil di hadapan Tuhan.
Tapi ia tidak berhenti. Ia terus maju, percaya bahwa kasih Tuhan lebih besar
dari semua kelemahannya."
Malam itu, Bella duduk di depan
buku catatannya. Ia menulis rencana belajar baru dengan semangat yang
diperbarui. Ia tidak lagi terjebak dalam penyesalan, melainkan dipenuhi
keyakinan oleh doa dan kepercayaan bahwa Tuhan akan menuntunnya selama ia mau
bergerak maju. Ia juga memutuskan untuk membantu teman-temannya yang kesulitan
belajar, agar bersama-sama mereka dapat saling menyemangati. Bagi Bella, ini
adalah langkah kecil menuju perubahan besar.
Kisah Bella mengajarkan kita
semua bahwa hidup adalah tentang bergerak maju. Jangan biarkan kegagalan masa
lalu menjadi beban yang menghentikan langkahmu. Seperti kata Santa Monika,
"Air mata doa seorang ibu tidak pernah sia-sia." Begitu juga usaha
dan doa kita tidak akan pernah sia-sia jika kita percaya pada rencana Tuhan.
Percayalah bahwa Tuhan telah menyiapkan sesuatu yang indah di depan sana,
asalkan kita mau melangkah dengan iman, harapan, dan kasih.
“Jangan biarkan
kegagalan masa lalu menjadi beban yang menghentikan langkahmu. Menoleh ke
belakang hanya akan membuatmu kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri saat
ini.”
Refleksi:
- Mengapa Bella merasa murung ketika berjalan ke kapel
sekolah pada pagi hari?
- Apa yang dikatakan Mario kepada Bella untuk
membantunya mengatasi penyesalannya?
- Bagaimana Bella mengubah sikapnya setelah mendapatkan
nasihat dari Mario dan Pak Andre?
- Pernahkah kamu merasa terjebak dalam penyesalan atas
kesalahan di masa lalu? Bagaimana kamu mencoba mengatasinya?




