Menemukan Jejak Tuhan
Suatu pagi yang cerah di sebuah SMA
Katolik , Nadia sedang termenung di taman. Pikirannya berkelana jauh mengikuti
daun-daun yang terbang ditiup angin. Dalam benaknya, bermunculan tanda tanya:
Apakah Tuhan itu benar-benar ada? Bagaimana caranya menemukan-Nya dalam kehidupan
sehari-hari? Pertanyaan itu semakin kuat setelah ia membaca Injil Lukas
21:29-33 pada ibadat sekolah pagi itu.
"Lihatlah pohon ara dan semua pohon lainnya. Bila mulai berdaun, kamu tahu
musim panas sudah dekat. Demikian pula, bila melihat peristiwa ini terjadi,
ketahuilah Kerajaan Allah itu sudah dekat." Ayat ini mengantarnya pada
refleksi. Bagaimana Tuhan menunjukkan diri dalam hidupku?
Pada hari itu, di tengah kegiatan
belajar mengajar, buku catatan Nadia tiba-tiba jatuh dan berserakan di lantai.
Temannya, Gabriella, yang duduk di sebelahnya, segera membantu mengumpulkan
buku-buku itu. "Jangan khawatir, Nadia. Semuanya pasti ada waktunya,"
kata Gabriella sambil tersenyum ramah. Nadia tersentuh dengan ucapan Gabriella
yang begitu perhatian. Tanpa sadar, ia mulai berpikir, Apakah ini salah satu
cara Tuhan mengingatkanku bahwa Dia hadir melalui kebaikan hati orang lain?
Pada waktu istirahat, Nadia
memutuskan untuk berdoa di kapel sekolah. Di sana, ia bertemu dengan seorang Frater
yang sedang berdoa di depan altar. Ia mengenal Frater itu sebagai sosok yang
ramah dan selalu mengajar dengan sabar di kelas. Setelah berdoa, Frater itu
menatap Nadia dan berkata, "Nadia, Tuhan selalu ada dalam hidupmu.
Terkadang, kita hanya perlu berhenti sejenak dan melihat jejak-jejak-Nya dalam
kehidupan kita yang sederhana. Tuhan tidak selalu datang dengan cara besar,
tapi melalui kebaikan dan kasih-Nya yang kecil." Ucapan itu seperti
membuka mata hati Nadia.
Nadia teringat kisah Santa
Theresia dari Kalkuta yang sering didengarnya di sekolah. Santa Theresia selalu
mengatakan, "Tidak ada yang lebih indah daripada melayani Tuhan dalam
sesama." Nadia merasa bahwa mungkin, seperti Santa Theresia, dia bisa
menemukan Tuhan bukan hanya dalam doa atau perayaan besar, tapi dalam tindakan
kecil yang penuh kasih kepada orang lain. Bahkan dalam kekurangan dan
kesulitan, Tuhan selalu hadir melalui orang-orang yang peduli dan
peristiwa-peristiwa yang mengajarkan kebaikan.
Keesokan harinya, saat Nadia
menyapa dan menyalami salah seorang guru, ia tersenyum dan berkata dalam hati,
"Terima kasih Tuhan, karena Engkaulah yang selalu menunjukkan jejak-Mu
dalam kehidupan sehari-hari." Seperti tertulis dalam Injil Lukas, walaupun
langit dan bumi akan berlalu, firman Tuhan tetap tidak akan berlalu. Tuhan
hadir melalui tanda-tanda kecil dalam kehidupan kita, dan terkadang, kita hanya
perlu membuka hati untuk menemukan-Nya.
"Tuhan tidak
selalu datang dengan cara yang kita harapkan, akan tetapi Dia selalu hadir
dalam cara yang kita butuhkan—dalam kebaikan orang lain, dalam senyuman, dalam
perhatian."
Refleksi:
- Apa yang membuat Nadia mulai merenung tentang
keberadaan Tuhan dalam hidupnya?
- Bagaimana ucapan Gabriella mempengaruhi pandangan
Nadia tentang cara Tuhan hadir dalam hidupnya?
- Apa pesan yang disampaikan oleh Frater mengenai
bagaimana kita bisa menemukan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari?
- Pernahkah Anda mengalami momen di mana Anda merasakan
kehadiran Tuhan dalam hal-hal kecil atau melalui kebaikan orang lain?
Ceritakan pengalaman tersebut.




