Mendengarkan dan Melaksanakan Firman Tuhan (Berdasarkan Injil Matius 7:21.24-27)
Pada suatu pagi yang cerah, Vanny
dan teman-temannya bersiap untuk masuk kelas seperti biasanya. Sebelum
pelajaran dimulai, guru agama mereka, Pak Andre, memberi pengantar singkat
tentang bacaan Injil hari itu. "Hari ini kita akan membahas bagaimana
menjadi pendengar dan pelaksana Firman Tuhan berdasarkan Injil Matius
7:21.24-27," ujar Pak Andre. Semua murid terlihat penasaran, termasuk Vanny
yang selalu berusaha memahami setiap ajaran agama meskipun kadang rasa malas
datang.
Setelah mendengarkan bacaan
Injil, Vanny merefleksikannya. Dalam Injil itu Yesus mengingatkan pentingnya
tidak hanya mendengar Firman Tuhan tetapi juga mewujudkannya dalam kehidupan
sehari-hari. "Bukan semua orang yang memanggilku 'Tuhan, Tuhan' akan masuk
Kerajaan Sorga, tetapi mereka yang melakukan kehendak Bapa di surga," kata
Yesus (Matius 7:21). Vanny teringat dirinya sendiri. Di sekolah, ia sering
mendengar teman-temannya berjanji akan lebih baik namun kenyataannya sering
mengabaikan kebaikan yang diajarkan dalam ajaran agama. Apakah ia juga begitu?
Hanya berbicara tentang Tuhan tanpa benar-benar melakukannya?
Suatu hari, Vanny melihat sesuatu
yang menyentuh hatinya. Ketika istirahat, Vanny duduk di kantin bersama
teman-temannya. Mereka semua sedang bergosip tentang teman sekelas mereka, Regilia,
yang terkenal baik dan rajin berdoa. Namun ada yang mengatakan Regilia suka
membicarakan orang lain di belakang. Vanny bingung. Ia ingat kata-kata dari
Injil yang baru dibacanya, "Barangsiapa mendengar perkataan-Ku ini dan
melakukannya, ia akan sama seperti orang bijak yang membangun rumah di atas
batu." Di situ Vanny merasa terpanggil untuk tidak hanya mendengar Firman
Tuhan tetapi juga mempraktikkannya, bahkan ketika dihadapkan godaan untuk ikut
bergosip.
Vanny kemudian teringat pada
kisah Santa Theresia dari Kalkuta, yang dikenal karena dedikasinya melayani
orang miskin dan terlantar. Santa Theresia sering mengatakan, "Tidak semua
dari kita dapat melakukan hal besar, tetapi kita dapat melakukan hal-hal kecil
dengan kasih yang besar." Kata-kata ini menginspirasi Vanny untuk lebih
berhati-hati dalam setiap tindakannya. Vanny sadar bahwa Firman Tuhan tidak
hanya ditemukan dalam doa panjang, tetapi dalam setiap keputusan kecil yang
diambil dalam kehidupan sehari-hari, di sekolah maupun di luar sekolah.
Sore itu, setelah pulang sekolah,
Vanny mencoba menerapkan ajaran tersebut. Ketika ia pulang, ia langsung
membantu ibunya yang sedang memasak tanpa menunggu perintah. Ia merasa dengan
melakukan hal kecil ini ia sedang membangun kehidupannya di atas dasar yang kokoh—yaitu
Firman Tuhan. Seperti yang Yesus katakan dalam Injil Matius, "Setiap orang
yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia akan sama seperti orang
bijak yang membangun rumah di atas batu." Vanny berdoa kepada Tuhan,
memohon agar kehidupannya semakin dipenuhi kasih dan kebenaran-Nya, agar ia
bisa menjadi pendengar dan pelaksana Firman Tuhan yang sejati, tidak hanya di
sekolah tetapi juga dalam kehidupan seharian.
"Tuhan tidak
hanya menginginkan kita menyebut nama-Nya, tetapi juga menghidupkan kasih-Nya
dalam setiap langkah kita."
Pertanyaan Pendalaman dan
Refleksi:
- Apa pesan utama yang disampaikan oleh Yesus dalam
Injil Matius 7:21 terkait dengan mendengarkan dan melaksanakan Firman
Tuhan?
- Bagaimana Vanny mengatasi godaan untuk ikut bergosip
tentang teman sekelasnya, dan apa yang menginspirasinya untuk bertindak
demikian?
- Apa yang dilakukan Vanny di rumah untuk menerapkan
ajaran Firman Tuhan setelah pulang sekolah?
- Pernahkah Anda mengalami situasi di mana Anda merasa
terpanggil untuk melakukan hal yang benar meskipun itu sulit atau tidak
populer? Bagaimana Anda menghadapinya?




