Kasih dan Kepedulian
Di sebuah sekolah Katolik di
pusat kota, para siswa dan siswi sedang mempersiapkan diri untuk menyambut masa
Adven. Mereka tidak hanya belajar tentang persiapan spiritual, tetapi juga
diajarkan untuk menghidupi nilai-nilai kasih dan kepedulian kepada sesama,
terutama bagi mereka yang membutuhkan. Salah satunya adalah kisah Annisa, Siswi
kelas 10 yang tergerak untuk berdonasi setelah mendengar animasi Adven tentang
Injil Matius 9:35-10:1,6-8, bersama teman sekelasnya.
Dalam teks Injil itu, Yesus
mengajarkan kepada murid-murid-Nya untuk memiliki hati yang penuh kasih kepada
orang-orang sakit, terlantar, dan menderita. "Lihatlah, betapa banyaknya
orang yang seperti domba tanpa gembala," kata Yesus. Annisa merasakan
betapa pentingnya peduli kepada sesama, seperti yang diajarkan Yesus. Dia
teringat pada temannya di kelas yang sering kesulitan membawa bekal, karena
tinggal bersama neneknya yang lanjut usia dan sering kurang mampu membeli
makanan.
Tergerak oleh kasih, Annisa
memutuskan untuk membantu. Dia mengumpulkan teman-temannya untuk ikut berdonasi
dalam program Adven di sekolah mereka. Setiap siswa diminta menyumbangkan
sedikit uang saku atau barang masih layak pakai, yang nantinya diberikan kepada
keluarga kurang mampu di sekitar sekolah. "Sekecil apapun yang kita beri,
jika diberikan dengan hati tulus, akan membawa kebahagiaan bagi sesama,"
ujar Annisa, memotivasi teman-temannya.
Aksi Adven yang dilakukan Annisa
dan teman-temannya mengingatkan pada kesaksian hidup Santo Fransiskus dari
Assisi, yang mengajarkan dunia tentang hidup sederhana dan berbagi dengan
sesama. Meski berasal dari keluarga kaya raya, Santo Fransiskus memilih hidup
dalam kemiskinan dan memberikan sebagian besar miliknya kepada yang
membutuhkan. “Jika kamu ingin memiliki kedamaian, belajarlah memberi,” ucap
Santo Fransiskus, yang menjadi teladan kasih dan peduli kepada sesama.
Melalui aksi ini, para siswa dan
siswi tidak hanya diajarkan tentang nilai kasih, tetapi juga bagaimana
mewujudkannya dalam tindakan nyata. Para siswa belajar bahwa kasih tidak hanya
soal memberi barang atau uang, tetapi juga memberi perhatian, waktu, dan
kepedulian. Dalam dunia serba sibuk dan penuh tantangan ini, semangat untuk
peduli kepada sesama adalah salah satu cara terbaik untuk merayakan kelahiran
Kristus, yang membawa kasih bagi umat manusia.
“Dunia semakin
sibuk dan gaduh, namun tak seharusnya kita sampai lupa peduli pada sesama. Satu
senyum, satu sapa, satu tindakan kecil sudah cukup untuk menerangi hari
mereka.”
Refleksi:
- Apa yang membuat Annisa tergerak untuk melakukan aksi
donasi di sekolahnya?
- Bagaimana Yesus mengajarkan murid-murid-Nya untuk
peduli kepada sesama dalam Injil Matius 9:35-10:1,6-8?
- Apa pesan utama yang ingin disampaikan melalui aksi
Adven yang dilakukan oleh Annisa dan teman-temannya?
- Bagaimana Anda dapat menghidupi nilai kasih dan
kepedulian dalam kehidupan sehari-hari? Apa langkah kecil yang bisa Anda
ambil untuk membantu sesama?




