Berharga di Mata Tuhan
Pada suatu hari, di tengah
keramaian sekolah, seorang siswa yang kerap duduk di sudut kelas terlihat
berbeda. Ia nampak gelisah dan kurang bersemangat. Nama siswa itu adalah Andre.
Selama ini, Andre kurang banyak bicara dan cenderung menyendiri. Teman-temannya
tak begitu memperdulikannya, karena ia sering tertinggal dalam pelajaran maupun
kegiatan luar kelas. Akan tetapi, pada hari itu, terjadi sesuatu yang luar
biasa. Andre yang biasa diam, tampak larut dalam kegalauan. Ada yang mengusik
benaknya.
Tiba-tiba, di tengah
kegelisahannya, dia teringat kisah dalam Injil yang didengarnya pada ibadat
sekolah pagi ini. Dalam Matius 18:12-14, Yesus menceritakan tentang seorang
gembala yang meninggalkan 99 ekor domba yang selamat untuk mencari satu ekor
domba yang hilang. "Aku sayang padamu, Andre," katanya dalam hati,
“Meski teman-temanku tak memperhatikanku, aku tetap berharga di mata Tuhan.” Kata-kata
tulus yang keluar dari lubuh harinya ini, membuatnya merasa lebih tenang dan
bersemangat. Andre menyadari bahwa Tuhan tak pernah melupakan seorang pun dari
anak-anak-Nya, bahkan yang paling kecil dan tersembunyi.
Hari-hari berikutnya, Andre mulai
terbuka kepada teman-temannya. Ia merasa lebih berdaya untuk berbagi cerita dan
bertanya bila ada yang kurang dipahami. Seperti domba yang hilang, ia merasakan
betapa Tuhan mencari dan merawatnya. Ia juga mulai melihat teman-temannya
dengan pandangan baru, berusaha menjadi gembala bagi mereka yang membutuhkan
perhatian. Ada seorang teman, Adeline, yang seringkali merasa kesulitan dalam
belajar. Andre yang dahulu merasa sepi, kini berupaya menemani dan membantu Adeline.
Ia merasa bahwa menjadi teman yang baik adalah cara untuk merasakan kasih Tuhan.
Kesaksian para orang kudus
seringkali mengingatkan kita bahwa dalam kelemahan dan keterbatasan, Tuhan
justru menunjukkan kekuatan-Nya. Santo Fransiskus dari Assisi, misalnya,
mengajarkan bahwa kasih yang tulus dan perhatian kepada sesama adalah jalan
untuk menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati. Dengan demikian, melalui
pelayanan-pelayanan kecil seperti membantu teman belajar atau menyemangati
teman yang sedang sedih, kita dapat merasakan bagaimana Tuhan memandang kita
dengan penuh kasih.
Andre akhirnya menyadari bahwa
setiap orang, bahkan mereka yang terabaikan, adalah berharga di mata Tuhan.
Sebagaimana dalam Injil hari ini, Tuhan tak pernah meninggalkan kita, bahkan
dalam kesulitan sekalipun. Setiap langkah kecil kita, seperti memberi perhatian
kepada teman atau mengulurkan tangan kepada yang membutuhkan, adalah wujud
kasih Tuhan yang kita terima dan bagikan. Andre dan teman-temannya belajar
untuk saling peduli, karena mereka tahu bahwa mereka adalah bagian dari kasih Tuhan
yang tak terbatas.
"Ketika kamu
merasa tidak dipedulikan, ingatlah bahwa Tuhan selalu melihatmu, menghargaimu,
dan mencintaimu tanpa syarat."
Refleksi:
- Apa yang membuat Andre merasa gelisah pada awal
cerita?
- Apa pesan yang ingin disampaikan Yesus dalam Injil
Matius 18:12-14 yang Andre ingat?
- Bagaimana Andre mulai berubah setelah menyadari bahwa
ia berharga di mata Tuhan?
- Bagaimana cara kita sebagai individu bisa menunjukkan
perhatian dan kasih kepada teman atau orang lain yang merasa terabaikan?




