Kasih yang Menyembuhkan
Jumat, 10 Januari
2025
Hari biasa
sesudah Penampakan Tuhan
Injil Lukas 5:12-16.
Renungan:
Bacaan
Injil hari ini, bercerita tentang seseorang yang sakit kusta datang kepada
Yesus dengan harapan untuk sembuh. Yesus, dengan belas kasih, menyentuh orang itu
dan menyembuhkannya. Cerita ini menunjukkan iman tulus orang itu dan kasih
Yesus yang menembus batas-batas sosial serta stigma terhadap penderita kusta di
masa itu.
Yesus
ingin menunjukkan bahwa kasih-Nya tidak memiliki batas, bahkan kepada mereka
yang dianggap terasing atau tidak layak oleh orang lain. Di kehidupan
sehari-hari, kita juga sering menemukan "penderita kusta" dalam sosok
lain, seperti teman yang ditinggalkan, diabaikan, atau dibuli. Kita dipanggil
untuk meneladani Yesus dengan mengasihi dan menerima mereka apa adanya. Kasih
yang tulus bisa menyembuhkan luka-luka batin orang-orang di sekitar kita.
Kita
bisa menunjukkan kasih yang menyembuhkan dengan tindakkan sederhana: mendekati
teman yang diabaikan, memberi semangat kepada mereka yang merasa putus asa,
atau membantu yang sedang kesulitan. Dalam keluarga, kita bisa menunjukkan
perhatian pada saudara atau orang tua yang merasa lelah atau tertekan. Dengan
menyentuh hidup orang lain melalui kebaikan dan penerimaan, kita menjadi
saluran kasih Tuhan di dunia. Mari kita belajar untuk tidak menjauh, tetapi
mendekati mereka yang membutuhkan bantuan, seperti Yesus mendekati si penderita
kusta. Semoga demikian.
"Saya memilih untuk mengasihi dan
menerima semua orang dengan tulus, seperti Yesus yang selalu penuh belas
kasih."
Doa
Tuhan
Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur atas kasih-Mu yang tiada terhingga, yang
Kau tunjukkan lewat Yesus Kristus. Kami bersyukur karena Engkau selalu ada
untuk menyembuhkan luka-luka kami, baik yang tampak maupun yang tersembunyi
dalam hati kami.
Ya
Bapa, berikanlah kami keberanian untuk mendekati mereka yang terpinggirkan,
membantu yang memerlukan, dan menjadi saluran kasih-Mu di dunia ini. Ajarilah
kami untuk peka dan memiliki tangan yang siap untuk melayani, agar lewat
tindakan kami, orang lain dapat merasakan kehadiran-Mu yang menyembuhkan. Demi
Kristus Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang
segala masa. Amin.
Seorang pemenang selalu
melakukan refleksi diri untuk segera mendapatkan pembelajaran
yang maksimal. Luangkan waktu dan tuliskan apa yang kamu pelajari.
1. Pembelajaran terbesar saya hari ini adalah…
2. Formula afirmasi yang paling berkesan untuk saya adalah…
3.
Hari
ini saya sangat bersyukur karena…




