Hukum untuk Kebaikan

Hukum untuk Kebaikan

Selasa, 21 Januari  2025

Pw S. Agnes, PrwMrt (M).

Injil Markus 2:23-28.

 

Renungan:

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus dan para murid-Nya berjalan di ladang gandum pada hari Sabat. Saat para murid memetik gandum untuk dimakan, orang Farisi mengkritik mereka karena melanggar hukum Sabat. Yesus menjawab dengan mengingatkan bahwa Sabat diciptakan untuk manusia, bukan sebaliknya. Dia menegaskan bahwa Dia adalah Tuhan atas hari Sabat.

Yesus ingin menunjukkan bahwa hukum dibuat untuk membantu manusia, bukan untuk mengekang atau menjerat mereka. Kasih dan kebutuhan manusia lebih penting daripada mengikuti aturan tanpa pertimbangan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin melihat situasi yang sama. Misalnya, di sekolah atau di rumah, ada aturan yang kadang membuat kita bingung apakah harus mematuhi secara ketat atau mempertimbangkan kebutuhan orang lain.

Sebagai pengikut Kristus, kita diajak untuk mengutamakan kasih dalam tindakan kita. Di sekolah, cobalah membantu teman yang kesulitan, walaupun itu berarti mengubah aturan tertentu tanpa merusaknya. Di rumah, gunakan kebijaksanaan untuk memahami kebutuhan anggota keluarga tanpa melupakan tanggung jawab kita. Dengan cara ini, kita dapat menjadikan kasih sebagai dasar iman dan karakter kita. Semoga demikian.

"Saya terus berkembang menjadi orang yang lebih baik setiap hari, dipenuhi iman, kasih, dan pengertian."

Doa

Ya Bapa di Surga, kami bersyukur atas peraturan yang Engkau berikan untuk kebaikan kami. Terima kasih karena Engkau mengajarkan kami bahwa kasih harus menjadi dasar dari semua aturan dan tindakan. Engkau melihat kebutuhan manusia dengan belas kasih dan tidak menghakimi berdasarkan aturan yang kaku.

Ya Bapa, bimbinglah kami untuk memahami dan melaksanakan hukum-Mu dengan kasih dan bijaksana. Ajarilah kami agar tidak hanya mengikuti aturan, tetapi juga memprioritaskan kebutuhan sesama kami dengan hati yang penuh kasih. Bantulah kami agar dapat menjadi berkat bagi orang lain, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga iman dan karakter kami mencerminkan kasih-Mu yang sempurna. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Pertanyaan Refleksi

Seorang pemenang selalu melakukan refleksi diri untuk segera mendapatkan pembelajaran yang maksimal. Luangkan waktu dan tuliskan apa yang kamu pelajari.

1.     Apa pembelajaran terbesar saya dari renungan hari ini?

2.     Apa formula afirmasi yang paling berkesan untuk saya?

3.     Mengapa hari ini saya sangat bersyukur?