Menjadi Keluarga Yesus

Menjadi Keluarga Yesus

Selasa, 28 Januari  2025

Pw S. Tomas Aquino, ImPujG (P).

Injil Markus 3:31-35.

 

Renungan:

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengatakan bahwa siapa yang melakukan kehendak Allah adalah saudara, saudari, dan ibu-Nya. Ini menunjukkan bahwa keluarga Yesus tidak hanya berdasarkan hubungan darah, tetapi juga berdasarkan iman dan ketaatan kepada Allah.

Di sekolah atau di rumah, kita mungkin sering menghadapi keadaan yang menguji iman dan karakter kita, seperti ada kelompok yang membedakan  berdasarkan popularitas atau kesamaan hobi tertentu. Kita mungkin merasa kesulitan untuk diterima. Namun, Yesus mengajarkan bahwa yang penting bukan siapa yang paling populer atau berkuasa, tetapi siapa yang berusaha menjalani kehendak Allah: mengasihi, menghormati, dan memaafkan.

Kita menjadi keluarga Yesus dengan hidup seperti Yesus. Di sekolah, ini berarti membantu mereka yang sedang kesulitan, menjauhi perilaku bullying, dan tetap jujur dalam berbagai keadaan. Di rumah, ini berarti patuh kepada orang tua, membantu pekerjaan rumah, dan menjaga suasana yang rukun, damai, dan saling menghargai. Dengan melakukan kehendak Allah, kita tidak hanya berkembang dalam iman tetapi juga membangun karakter yang penuh kasih.

“Saya adalah bagian dari keluarga Yesus, dan saya ingin hidup sesuai kehendak Allah.”

Doa

Tuhan Yesus yang penuh kasih, bantulah kami untuk melakukan kehendak-Mu setiap hari. Bimbinglah kami agar dapat membagikan kasih-Mu kepada orang-orang yang berada di sekitar kami. Sebab Engkaulah Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Pertanyaan Refleksi

Seorang pemenang selalu melakukan refleksi diri untuk segera mendapatkan pembelajaran yang maksimal. Luangkan waktu dan tuliskan apa yang kamu pelajari.

1.     Apa pembelajaran terbesar saya dari renungan hari ini?

2.     Apa formula afirmasi yang paling berkesan untuk saya?

3.     Mengapa hari ini saya sangat bersyukur?