Menjadi Keluarga Yesus
Selasa, 28 Januari 2025
Pw S. Tomas Aquino, ImPujG (P).
Renungan:
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengatakan bahwa siapa yang melakukan kehendak Allah adalah saudara, saudari, dan ibu-Nya. Ini menunjukkan bahwa keluarga Yesus tidak hanya berdasarkan hubungan darah, tetapi juga berdasarkan iman dan ketaatan kepada Allah.
Di
sekolah atau di rumah, kita mungkin sering menghadapi keadaan yang menguji iman
dan karakter kita, seperti ada kelompok yang membedakan berdasarkan popularitas atau kesamaan hobi
tertentu. Kita mungkin merasa kesulitan untuk diterima. Namun, Yesus
mengajarkan bahwa yang penting bukan siapa yang paling populer atau berkuasa,
tetapi siapa yang berusaha menjalani kehendak Allah: mengasihi, menghormati, dan
memaafkan.
Kita
menjadi keluarga Yesus dengan hidup seperti Yesus. Di sekolah, ini berarti
membantu mereka yang sedang kesulitan, menjauhi perilaku bullying, dan tetap
jujur dalam berbagai keadaan. Di rumah, ini berarti patuh kepada orang tua,
membantu pekerjaan rumah, dan menjaga suasana yang rukun, damai, dan saling
menghargai. Dengan melakukan kehendak Allah, kita tidak hanya berkembang dalam
iman tetapi juga membangun karakter yang penuh kasih.
“Saya adalah bagian dari keluarga Yesus,
dan saya ingin hidup sesuai kehendak Allah.”
Doa
Tuhan Yesus
yang penuh kasih, bantulah kami untuk melakukan kehendak-Mu setiap hari.
Bimbinglah kami agar dapat membagikan kasih-Mu kepada orang-orang yang berada
di sekitar kami. Sebab Engkaulah Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa kini dan
sepanjang segala masa. Amin.
Pertanyaan Refleksi
Seorang
pemenang selalu melakukan refleksi diri untuk
segera mendapatkan pembelajaran yang maksimal. Luangkan waktu dan tuliskan apa
yang kamu pelajari.
1. Apa pembelajaran terbesar saya dari
renungan hari ini?
2. Apa formula afirmasi yang paling
berkesan untuk saya?
3. Mengapa hari ini saya sangat bersyukur?




