Menyambut Tuhan dalam Kehidupan Sehari-hari
Minggu, 2 Februari 2025
Pesta Yesus Dipersembahkan
di Kanisah (P).
Renungan:
Dalam bacaan Injil hari ini, orang tua Yesus, Maria dan Yusuf, membawa Yesus yang masih bayi ke Bait Allah untuk dipersembahkan. Di sana, mereka bertemu dua tokoh bernama, Simeon dan Hana, yang dengan iman menyambut Yesus sebagai terang untuk bangsa-bangsa. Apa yang bisa kita ambil dari cerita ini? Cerita ini mengajarkan kita pentingnya mengenali dan menyambut kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Kenapa
ini penting? Karena seperti Simeon dan Hana, kita diajak memiliki hati yang
penuh iman dan harapan. Mereka tidak hanya menunggu tetapi juga aktif berdoa
dan berpuasa sambil menanti Tuhan. Bagi kita, dalam konteks sekolah atau
keluarga, kita diajak mencari dan merasakan kehadiran Tuhan dalam semua
kegiatan kita—baik di sekolah, saat berinteraksi dengan teman, atau di rumah
dalam keluarga.
Bagaimana
cara menghidupkan iman ini? Mulailah dengan berbagi kebaikan, saling mendukung
dalam pergaulan, dan menjaga sikap saling menghormati. Dengan begitu, kita akan
membiarkan Tuhan hadir dalam setiap langkah hidup kita. Semoga demikian.
"Tuhan hadir dalam hidupku, dan aku
akan terus memancarkan kasih-Nya kepada semua orang."
Doa:
Ya
Allah Bapa di Surga, kami bersyukur atas
kehadiran-Mu yang selalu menyertai kami. Bantulah kami untuk mengenal dan
merasakan kasih-Mu dalam setiap hubugnan kami. Semoga kami bisa menjadi terang
bagi dunia, seperti yang telah Engkau tunjukkan kepada Simeon dan Hana. Demi Kritus
Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Refleksi:
Seorang
pemenang selalu melakukan refleksi diri untuk
segera mendapatkan pembelajaran yang maksimal. Luangkan waktu dan tuliskan apa
yang kamu pelajari.
1. Apa pembelajaran terbesar saya dari
renungan hari ini?
2. Apa formula afirmasi yang paling
berkesan untuk saya?
3. Mengapa hari ini saya sangat bersyukur?




