Berani Menjadi Utusan Tuhan
Kamis, 6 Februari 2025
Pw S. Paulus Miki, ImdkkMrt (M).
Renungan:
Dalam Injil hari ini, Yesus mengutus para murid-Nya berpasangan untuk menyampaikan kabar baik. Mereka diberikan kekuasaan untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat. Mereka pergi tanpa membawa banyak barang, sepenuhnya bergantung pada Tuhan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Kisah
ini, mengajarkan kita tentang pentingnya percaya kepada Tuhan dan
mengandalkan-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah atau di keluarga, kita
kerap menghadapi tantangan seperti beda pendapat, rasa ingin berbuat curang,
atau takut tidak diterima. Namun, kita dipanggil untuk tetap menjadi utusan
Tuhan di dunia ini, menyampaikan kebaikan dan kasih-Nya melalui tindakan dan
kata-kata yang mencerminkan iman kita.
Seperti
para murid yang pergi tanpa bekal, kita diundang untuk bersikap sederhana,
jujur, dan penuh kasih. Di sekolah atau di rumah, mari kita menjadi saksi
kebaikan Tuhan melalui tindakan yang memperkuat iman kita dan membantu orang
lain. Tunjukkan kasih, saling mendukung, dan jangan ragu untuk berbicara
tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Semoga demikian.
"Saya berani menjadi utusan Tuhan
dalam setiap langkah hidup saya."
Doa
Tuhan
Yesus, terima kasih karena Engkau telah mengutus kami untuk menjadi saksi
kasih-Mu. Berikanlah kami keberanian untuk hidup sesuai panggilan-Mu, menjadi
terang bagi dunia, dan menyebarkan kasih-Mu dalam setiap pergaulan kami. Sebab Engkaulah
Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Refleksi:
Seorang
pemenang selalu melakukan refleksi diri untuk
segera mendapatkan pembelajaran yang maksimal. Luangkan waktu dan tuliskan apa
yang kamu pelajari.
1. Apa pembelajaran terbesar saya dari
renungan hari ini?
2. Apa formula afirmasi yang paling
berkesan untuk saya?
3. Mengapa hari ini saya sangat bersyukur?




