Berani Memilih Kebenaran
Jumat, 7 Februari 2025
Renungan:
Dalam bacaan Injil hari ini, diceritakan kisah tentang kematian Yohanes Pembaptis. Yohanes dengan berani mengungkapkan kebenaran walaupun harus menghadapi banyak tantangan, bahkan kehilangan nyawa. Ia mengkritik Raja Herodes karena berbuat salah, sehingga ia dihukum penjara dan akhirnya dibunuh oleh Herodes.
Yohanes
mengajarkan bahwa berpihak pada kebenaran sering kali tidak gampang. Kita mungkin
sering kali dihadapkan pada pengaruh untuk mengikuti orang lain, terutama di
sekolah atau dalam lingkungan keluarga. Ada godaan untuk berkompromi,
menyembunyikan kebenaran, atau takut membahas iman kita. Namun, seperti
Yohanes, kita dipanggil untuk tegas dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran dan
keadilan, meskipun itu bisa melelahkan.
Dalam
kehidupan sehari-hari, baik di sekolah atau di rumah, kita bisa memulainya
dengan hal-hal sederhana seperti jujur dalam ucapan, berani menolak tindakan
yang salah, dan menolong teman yang membutuhkan bantuan. Kita harus berani
mengambil keputusan yang benar meskipun kadang tidak disenangi atau berisiko
ditolak. Dengan iman kepada Tuhan, kita diberikan keberanian untuk tetap
konsisten. Semoga demikian.
"Saya berani memilih kebenaran,
mengikuti Yohanes Pembaptis."
Doa
Tuhan
Yesus, ajarilah kami keberanian untuk selalu berkata jujur dan hidup sesuai
kehendak-Mu, meskipun sulit. Bimbinglah kami dalam setiap langkah hidup kami
agar tetap setia pada kebenaran dan kasih-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan kami, yang
hidup dan berkuasa kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Refleksi:
Seorang
pemenang selalu melakukan refleksi diri untuk
segera mendapatkan pembelajaran yang maksimal. Luangkan waktu dan tuliskan apa
yang kamu pelajari.
1. Apa pembelajaran terbesar saya dari
renungan hari ini?
2. Apa formula afirmasi yang paling
berkesan untuk saya?
3. Mengapa hari ini saya sangat bersyukur?




