Menjadi Saksi Iman

Menjadi Saksi Iman

Jumat, 11 April  2025

Hari biasa Pekan V Prapaskah (U).

Injil  Yohanes 10:31-42.

 

Renungan:

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengungkapkan bahwa Ia adalah Anak Allah. Namun, banyak orang yang meragukan-Nya dan bahkan ingin melempari-Nya dengan batu. Mereka tidak mengerti bahwa karya yang dilakukan Yesus adalah dari Allah, bukan dari diri-Nya sendiri.

Kita dapat belajar bahwa Yesus hidup sesuai dengan kehendak Bapa-Nya dan memberikan kesaksian yang benar dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan Bapa-Nya, meskipun harus menghadapi penolakan. Dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali kita juga dihadapkan pada situasi di mana iman kita diuji, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Apakah kita berani menyatakan siapa kita di hadapan mereka yang mengolok-olok karena iman kita kepada Yesus sebagai Anak Allah? Apakah kita tetap hidup sesuai dengan ajaran Yesus meskipun mungkin kita merasa terasing atau diejek?

Karena melalui kesaksian hidup kita, orang lain dapat mengenal Yesus. Pergaulan sosial kita di sekolah dan luar sekolah adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan iman dan karakter yang baik, sebagaimana Yesus menunjukkan kebenaran-Nya. Marilah kita berusaha menjadi saksi yang baik bagi Yesus di setiap tempat dan waktu.

Dengan bersikap jujur, rendah hati, dan penuh kasih persaudaraan kepada teman-teman di sekitar kita, serta berani menghadapi tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai iman, kita akan menjadi alat yang digunakan Tuhan untuk membawa terang-Nya di dunia ini. Semoga demikian.

Afirmasi:

"Dengan iman yang teguh, saya menjadi saksi kasih Yesus dalam setiap langkah hidup saya."

Doa:

Tuhan Yesus, berikanlah kami keberanian untuk tetap setia pada iman kami, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari di mana pun. Bantulah kami untuk menjadi saksi kasih-Mu di tengah pergaulan sosial kami. Sebab Engkaulah Tuhan kami yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Refleksi:

Seorang pemenang selalu melakukan refleksi diri untuk segera mendapatkan pembelajaran yang maksimal. Luangkan waktu dan tuliskan apa yang kamu pelajari.

1.     Apa pembelajaran terbesar saya dari renungan hari ini?

2.     Apa formula afirmasi yang paling berkesan untuk saya?

3.     Mengapa hari ini saya sangat bersyukur?