Misa Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan di Kapel Kefrateran Taman Tunas

Misa Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan di Kapel Kefrateran Taman Tunas

Minggu, 20 April 2025, umat Katolik di Kapel Kefrateran Taman Tunas merayakan Misa Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan yang dimulai pada pukul 07.00 WIB. Misa ini dipimpin oleh RD Alex Maitimo dan dihadiri oleh sekitar 500 umat. Suasana Misa berjalan dengan hikmat dan penuh sukacita. Misa Paskah tahun ini diwarnai dengan ucapan selama Paskah yang disampaikan oleh Pastor Alex, sebagai pengantar untuk memulai perayaan yang penuh makna.

Dalam khotbahnya yang terinspirasi dari Injil Yohanes 20:1-9, Pastor Alex menyampaikan tiga hal penting yang menjadi inti dari perayaan Paskah. Beliau mengajak umat untuk merenungkan makna kebangkitan Tuhan yang menyelamatkan umat manusia, dengan penekanan pada tiga aspek penting:

1.     Makam Bukan Akhir, Namun Babak Baru Kehidupan

Pastor Alex menjelaskan bahwa makam Yesus bukanlah akhir dari segala sesuatu, melainkan sebuah babak baru dalam kehidupan. Makam kosong menandakan bahwa Yesus selalu menyertai para murid-Nya, namun dengan cara yang berbeda setelah kebangkitan-Nya. Keberadaan makam yang kosong menegaskan bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Bahkan dalam kebangkitan-Nya, Yesus tetap hadir di tengah-tengah mereka dengan cara yang baru.

2.     Bertemu Yesus yang Menderita, Wafat, dan Bangkit dalam Ekaristi

Sebagai inti dari iman Katolik, Pastor Alex mengingatkan umat bahwa melalui Ekaristi, umat Katolik bertemu dengan Yesus yang menderita, wafat, dan bangkit. Ekaristi menjadi momen yang sangat sakral, di mana umat merayakan dan menghidupi perjumpaan yang nyata dengan Tuhan yang bangkit. Inilah perayaan iman yang sejati, di mana Yesus hadir dalam setiap komuni, mengingatkan umat akan karya keselamatan-Nya.

3.     Menjadi Saksi Yesus yang Bangkit

Pastor Alex menyoroti pentingnya menjadi saksi Yesus yang bangkit, seperti yang dicontohkan oleh Maria Magdalena dan kedua murid lainnya.. Maria Magdalena adalah saksi pertama yang melihat makam Yesus kosong. Dia menyimpulkan bahwa tubuh Yesus telah diambil orang dan segera berlari menemui Simon Petrus serta murid yang dikasihi Yesus. Ketiganya bergegas dengan berlari menuju makam untuk mencari kebenaran, namun dengan perspektif yang berbeda. Murid yang dikasihi datang lebih dahulu, melihat keadaan di dalam makam, namun belum masuk. Kemudian Petrus menyusul dan masuk ke dalam, melihat kain kafan tergeletak dan kain peluh yang terletak terpisah, sudah tergulung. Namun meskipun Petrus melihat, ia belum percaya. Sebaliknya, murid yang dikasihi Yesus segera percaya setelah melihat tanda-tanda tersebut.

Versi berbeda dari ketiga saksi  ini menunjukkan perbedaan perspektif yang dimiliki oleh masing-masing saksi pertama kebangkitan Yesus, karena mereka belum mengerti Kitab Suci. Setiap saksi memiliki pemahaman yang berbeda, namun semuanya saling melengkapi dalam menyaksikan peristiwa kebangkitan Tuhan. Perspektif yang berbeda dari mereka menunjukkan bagaimana dalam kehidupan sehari-hari, kita juga seringkali melihat kehidupan dan kehadiran Tuhan dengan cara yang berbeda. Namun, pada akhirnya, kita dipanggil untuk percaya dan menjadi saksi akan kebangkitan-Nya.

Sebagai penutup, perayaan Misa Paskah ditutup dengan ucapan selamat Paskah dari Pemimpin Umum Kongregasi Frater Hamba Hamba Kristus, Fr. Yoseph Lenamah HHK, untuk segenap umat dan komfrater di manapun berada. Dalam suasana sukacita dan damai, kita diingatkan untuk membawa pesan kebangkitan Tuhan dalam kehidupan mereka sehari-hari, menjadi saksi yang hidup akan kasih dan keselamatan yang diperoleh melalui kebangkitan Yesus Kristus.

Selamat Paskah! Semoga damai kebangkitan Tuhan menyertai kita semua.