Dilahirkan Kembali

Dilahirkan Kembali

Selasa, 29 April  2025

Pw S. Katarina dr Siena, PrwPujG (P).

Injil  Yohanes 3:7-15.

 

Renungan:

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan kepada Nikodemus bahwa untuk melihat Kerajaan Allah, seseorang harus dilahirkan kembali, bukan secara fisik, tetapi secara rohani. Ini berarti kita diajak untuk mengalami perubahan hidup yang baru melalui Roh Kudus, yang membawa kita kepada pemahaman yang lebih dalam tentang Allah dan hidup yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Dalam pergaulan sehari-hari, baik di sekolah maupun di luar sekolah, kita sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang menentukan kepribadian kita. Kelahiran kembali dalam Roh memberi kita kekuatan untuk memilih yang baik, untuk hidup dengan kasih dan saling menghargai, serta untuk menghadapi tantangan hidup dengan iman yang teguh. Tanpa kelahiran kembali, kita mungkin terjebak dalam kebiasaan buruk dan pengaruh negatif dari lingkungan sekitar kita.

Sebagai peserta didik, kita diajak untuk lebih memperhatikan tindakan dan kata-kata kita dalam setiap interaksi, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sosial. Kita dapat menunjukkan sikap kasih dan hormat kepada teman, menghindari perundungan, serta berani berkata benar dan berbuat baik meski tidak selalu populer. Kehidupan rohani yang terus berkembang akan membentuk kepribadian kita sebagai saksi hidup yang baik bagi sesama. Semoga demikian.

Afirmasi:       

"Dengan kelahiran kembali dalam Roh, saya menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari."

Doa:
Tuhan Yesus, kami bersyukur atas anugerah kehidupan baru yang Engkau berikan. Bantulah kami untuk terus bertumbuh dalam iman dan karakter, sehingga kami dapat menjadi terang bagi teman-teman kami di sekolah atau di luar sekolah. Sebab Engkaulah Tuhan kami yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Refleksi:

Seorang pemenang selalu melakukan refleksi diri untuk segera mendapatkan pembelajaran yang maksimal. Luangkan waktu dan tuliskan apa yang kamu pelajari.

1.     Apa pembelajaran terbesar saya dari renungan hari ini?

2.     Apa formula afirmasi yang paling berkesan untuk saya?

3.     Mengapa hari ini saya sangat bersyukur?