Musyawara Ambalan (MUSAM) 2025: Satu Hati, Satu Suara, Satu Ambalan

Musyawara Ambalan (MUSAM) 2025: Satu Hati, Satu Suara, Satu Ambalan

Taman Kenangan Rohaniwan/Rohaniwati Pakatto, Kabupaten Gowa, menjadi saksi sejarah bagi para anggota Pramuka SMA Frater Makassar. Kegiatan Musyawara Ambalan (MUSAM) yang mengangkat tema "Satu Hati, Satu Suara, Satu Ambalan" berlangsung penuh semangat dan kekompakan.

Kegiatan dibuka dengan meriah pada Selasa, 10 Juni 2025, pukul 12.00 WITA oleh Kakak Alexander Pamput, S.Or., Kagudep Van Roessel. Dalam sambutannya, Kakak Alexander mengingatkan para peserta tentang pentingnya persatuan dan kekompakan dalam menjalankan roda organisasi ambalan yang akan membentuk generasi penerus yang tangguh dan berkarakter.

Acara ini diwarnai dengan empat sidang pleno yang berlangsung dengan dinamis, penuh diskusi, dan perdebatan yang konstruktif. Sidang dipimpin oleh presidium yang terdiri dari lima orang mantan ketua ambalan, yaitu Kakak Jeanet Adventia, Consela, Nadine, Lisuan, dan Lefry Juniarto, yang dengan penuh dedikasi dan kebijaksanaan memimpin jalannya sidang. Dalam proses tersebut, para peserta membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kemajuan ambalan, hingga akhirnya tiba pada puncak acara, yakni pemilihan ketua ambalan yang baru.

Dengan penuh antusias, peserta memilih Ketua Pradana Ambalan untuk periode 2025-2026. Hasilnya, Bryant Resky terpilih sebagai Ketua Pradana Putra, dan Mona Sovia Djolawang sebagai Ketua Pradana Putri, untuk memimpin ambalan ke depan dengan semangat baru.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 80 peserta, yang terdiri dari seluruh anggota Pramuka, para Pembina, Ka. Mabigus, serta Purna Ambalan Vanroessel – Maria dari Lourdes Gudep 10.119-10.120 Pangkalan SMA Frater Makassar. Mereka semua menunjukkan semangat dan kebersamaan yang luar biasa selama berlangsungnya acara.

Pada hari terakhir, Rabu, 11 Juni 2025, pukul 12.00 WITA, MUSAM resmi berakhir. Kamambigus SMA Frater Makassar, Fr. Silvianus Gole HHK, M.Pd., mengapresiasi jalannya kegiatan yang berlangsung cukup alot namun tetap produktif. "Kegiatan ini tidak hanya melahirkan ketua ambalan yang baru, tetapi juga mempererat ikatan persaudaraan di antara kita semua. Semoga semangat yang telah terjalin selama MUSAM ini dapat terus kita bawa dalam setiap langkah kita ke depan," ujar Kamambigus.

Dengan berakhirnya MUSAM 2025, diharapkan para anggota Pramuka SMA Frater Makassar dapat terus mengukir prestasi dan menjaga nilai-nilai persatuan dalam semangat Satu Hati, Satu Suara, Satu Ambalan.