Kerendahan Hati
Rabu, 16 Juli 2025
Hari
Biasa (H).
Injil
Matius 11:25-27
Renungan:
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus
bersyukur kepada Bapa karena menyatakan kebenaran kepada orang-orang sederhana,
bukan kepada orang-orang bijak dan terpelajar di dunia. Yesus mengajarkan bahwa
untuk memahami rahmat Allah, kita perlu memiliki hati yang rendah hati dan
terbuka. Yesus juga menegaskan bahwa hanya melalui-Nya, kita dapat mengenal
Bapa. Pesan ini mengajarkan bahwa kebijaksanaan sejati berasal dari kerendahan
hati dan hubungan kita dengan Tuhan.
Di sekolah, kita mungkin sering tergoda
untuk mengandalkan pengetahuan dan kemampuan diri sendiri, tetapi lupa bahwa
kebijaksanaan sejati datang dari hati yang rendah hati dan mau belajar. Ketika
kita sombong atau merasa lebih baik dari orang lain, kita kehilangan kesempatan
untuk bertumbuh. Bacaan ini mengingatkan kita bahwa dengan kerendahan hati,
kita dapat menerima rahmat Tuhan dan belajar dari siapa saja, termasuk mereka
yang sederhana.
Kita diajak untuk menunjukkan kerendahan
hati dalam interaksi sosial di sekolah. Misalnya, dengan mendengarkan pendapat
teman, membantu tanpa merasa unggul, dan mau belajar dari orang lain. Selain
itu, kita dapat berdoa memohon petunjuk Tuhan agar setiap tindakan kita
mencerminkan kasih dan kebijaksanaan-Nya. Dengan sikap rendah hati, kita tidak
hanya bertumbuh dalam iman tetapi juga menjadi berkat bagi sesama. Semoga
demikian.
"Dengan hati yang rendah hati, saya
akan mendengarkan, membantu, dan menghargai teman-teman saya tanpa merasa lebih
unggul."
Doa
Ya, Tuhan Yesus, ajarilah kami agar tidak sombong dengan ilmu atau kemampuan yang kami
miliki. Berikanlah kami hati yang rendah hati, sehingga kami dapat belajar dari
setiap orang dan menghargai siapa pun yang Engkau tempatkan dalam hidup kami. Sebab Engkaulah Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang segala
masa. Amin.
Refleksi
Seorang
pemenang selalu melakukan refleksi diri untuk
segera mendapatkan pembelajaran yang maksimal. Luangkan waktu dan tuliskan apa
yang kamu pelajari.
1. Apa pelajaran terbesar saya dari renungan hari ini?
2. Apa formula afirmasi yang paling berkesan untuk saya?
3. Mengapa hari ini saya sangat bersyukur?




